Breaking News

Kehidupan dan Tugas Tanggung Jawab Aviation Security / Pengamanan Bandara



Kehidupan dan  Tugas Tanggung Jawab Aviation Security / Pengamanan Bandara . Pada tempat – tempat  pelayanan umum seperti Rumah Sakit, Bank, Mall, Super Market, Stasiun, pasti kita akan menjumpai petugas keamanan yang berjaga di dekat pintu masuk. Hal tersebut juga terjadi di tempat pelayanan umum seperti Bandara. Jika bkita akan memasuki bandara khususnya terminal keberangkatan kita akan menjumpai petugas keamanan berseragam abu-abu kehijauan yang meminta kita untuk meletakkan barang bawaan serta semua alat elektronik untuk diperiksa melalui mesin X-Ray. Tak hanya itu saja, bagi para penumpang atau pengguna jasa bandar udara yang ingin masuk juga akan diarahkan oleh petugas pengamanan bandara untuk masuk melalui sebuah alat yang mirip pintu atau gawang. Alat tersebut yang dinamakan WTMD (Walk Through Metal Detector) . Yang fungsinya adalah untuk mendeteksi benda yang mengandung metal baik disengaja ataupun tidak telah menempel di badan penumpang .
Berbeda dengan petugas keamanan di tempat pelayanan umum lainnya, bagi Aviation Security ketika bekerja harus berpedoman kepada regulasi Internasional, aturan tersebut adalah harga mati karena dikaitkan dengan keselamatan penerbangan. Kehidupan dan  Tugas Tanggung Jawab Aviation Security / Pengamanan Bandara  akan kita bahas lebih rinci pada artikel ini.

Untuk menjadi seorang personel Aviation Security , masing – masing harus memiliki sertifikat terlebih dahulu. Hal itu dikarenakan kompetensi di lapangan  secara tehnik harus berhadapan dengan segala permasalahan. Berhadapan dengan penumpang pesawat yang notabennya berasal dari berbagai negara dan tentunya memiliki sifat yang berbeda – beda tentu tidak mudah. Dalam pekerjaannya tentu mereka akan menemui penumpang yang berbeda – beda karakter , ada yang taat terhadap peraturan dan ada pula yang sulit untuk diarahkan . Sehingga demi kelancaran dalam bertugas dan menjamin keselamatan penerbangan, para personel Aviation Security akan dibekali dengan aspek-aspek yang bersifat  melayani (service) yang baik kepada para pengguna jasa bandar udara.
Bekal pendidikan untuk menjadi personel Aviation Security yang profesional dengan predikat Service Excellent menjadi sangat penting karena sebagai pelayan public yang juga menjamin keselamatan penerbangan personel Aviation Security tidak hanya dituntut untuk tegas dalam menjalankan aturan  tetapi juga tetap harus berilaku santun terhadap semua pengguna jasa bandar udara.
Kehidupan dan  Tugas Tanggung Jawab Aviation Security / Pengamanan Bandara terberat yang biasanya dialami oleh personel Aviation Security tentang bagaimana mereka mengelola konflik serta menyelesaikan konflik terhadap para pengguna jasa bandar udara yang kurang mentaati ketentuan-ketentuan yang berlaku sesuai aturan internasional.
Namun dengan adanya konflik tersebut,  dapat menjadi salah satu pelajaran dan menjadi pengalaman agar ke depannya ketika menghadapi penumpang yang demikian penanganannya dengan cara melakukan pendekatan yang lebih baik dan bisa diterima oleh para pengguna jasa bandar udara.
Seseorang harus mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus tentang pengamanan kebandarudaraan terlebih dahulu untuk dapat memiliki sertifikat atau lisensi.  Karena tanpa memiliki lisensi atau Surat Tanda Kecakapan Personel (STKP) , personel Aviation Security tersebut  tidak bisa ditugaskan diarea khusus.

Tempat Diklat Aviation Security berlisensi di Indonesia

Dalam pendidikan dan pelatihan khusus Aviation Security biasanya hanya diperbolehkan maksimal 30 siswa dalam 1 kelas. Begitu juga dengan pendidikan dan pelatihan di PSPP Penerbangan untuk program pendidikan Aviation Securitynya yang juga hanya tedapat maksimal 30 siswa dalam 1 kelas.
Sekolah atau tempat diklat Aviation Security PSPP Penerbangan ini berlokasi di 4 kota di Indonesia yaitu di Lampung , Jakarta, yogyakarta , dan Makassar. Tempat Diklat Aviation Security ini telah mendapat izin dari kementria perhubungan. Sehingga para peserta didik yang telah lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 6 bulan akan mendapat lisensi atau STKP yang merupakan syarat yang harus dimiliki oleh personel AVSEC. Tempat diklat ini rupanya tak hanya dapat mengeluarkan lisensi AVSEC nya melainkan para peserta didik masih dibekali dengan ilmu tentang Dangerous Goods  dan ketika lulus nanti berhak mendapat lisensi DGR ( Dangerous Goods Regulation).
Duka yang dialami oleh seorang personel Aviation Security yaitu ketika mengalami kesulitan yang saat melakukan penertiban bagi  pengguna jasa  di seputar bandar udaraa yang belum memahami ketentuan, peraturan dasar yang berlaku dalam  keselamatan penerbangan.
Pada personel Aviation Security yang bertugas di pintu terminal keberangkatan, tugas mereka yaitu memeriksa dan mencocokkan tiket dengan  identitas seperti  KTP atau surat izin masuk bagi calon penumpang dan petugas awak pesawat. Lalu untuk personel yang bertugas di area control, security bandara tersebut wajib melaksakan pemeriksaan secara teliti terhadap kendaraan penumpang maupun muatan yang akan memasukinya, juga dengan mitra kerja diharapkan  turut  mengawasi untuk  melakukan pengamatan tempat vital.
Demikian informasi mengenai Kehidupan dan  Tugas Tanggung Jawab Aviation Security / Pengamanan Bandara  semoga bermanfaat J

Tidak ada komentar