Breaking News

Tugas dan Fungsi Petugas AVSEC (Aviation Security) di Bandara



Tugas dan Fungsi Petugas AVSEC (Aviation Security) di Bandara
Sebelum masuk ke sebuah pusat perbelanjaan yang besar seperti hal nya Mall kita akan diperiksa oleh petugas security , biasanya barang bawaan atau tas kita pun tak luput dari pemeriksaan bahkan terkadang ada toko khusus yang memberi aturan untuk menitipkan tas besar di tempat penitipan barang dan tidak diperkenankan di bawa masuk ke toko.
Sama seperti masuk mall , masuk ke bandara juga harus melalui proses pemeriksaan yang ketat dahulu. Bagi masyarakat umum ( penumpang ) Anda harus sudah memegang tiket yang namanya sesuai dengan kartu identitas Anda karena pemeriksaan pertama adalah tiket. Lalu, jangan membawa barang – barang yang membahayakan penerbangan , setelah lolos dari pemeriksaan tiket barang bawaan Anda semua akan di cek dengan mesin X-Ray sehingga apabila Anda membawa barang yang membahayakan penerbangan biasanya barang tersebut akan ditahan oleh petugas pengamanan penerbangan. Kemudian, Anda pun juga tak luput dari pemeriksaan petugas karena  Anda akan diminta berjalan melalui gawang yang dinamakan WTMD (Walk Through Metal Detector) . Serta diperiksa juga oleh petugas AVSEC secara langsung dengan alat pendeteksi metal yang di bawa oleh petugas AVSEC.

Pembaca, sudah taukah Anda fungsinya petugas AVSEC dalam proses penerbangan ? Sama halnya dengan petugas keamanan lainnya , Tugas dan Fungsi Petugas AVSEC (Aviation Security) di Bandara tentu menjaga keamanan bandara agar proses penerbangan dapat berjalan dengan lancar dan kecelakaan penerbangan dapat diminimalisir. Tetapi , menjadi petugas AVSEC itu rupanya tidak mudah lhoo.. Persyaratan untuk menjadi AVSEC tak seperti persyaratan menjadi petugas keamanan lainnya. Petugas AVSEC (Aviation Security) perlu memiliki lisensi AVSEC agar dapat diberikan tugas dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan penerbangan.
Inilah kriteria petugas AVSEC ( Aviation Security ) :
1.       Laki – laki atau perempuan
2.       Tinggi Badan yang harus dimiliki :
a)      Minimal 163 cm untuk wanita
b)      Minimal 168 cm untuk pria
3.       Pendidikan terakhir minimal SMA/ SMK sederajat
4.       Usia 18 – 28 tahun
5.       Sehat jasmani dan rohani
6.       Berpenampilan menarik
7.       Dapat berkomunikasi dengan baik
8.       Kesehatan mata baik ( tidak buta warna )
9.       Tidak hepatitis
10.   Belum menikah
Selain harus memiliki lisensi untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, ketika menjalankan tugasnya tersebut, petugas AVSEC ( Aviation Security ) juga harus mengikuti  pedoman yang terdapat pada regulasi penerbangan, baik nasional maupun internasional. Itulah alasannya pengamanan penerbangan hanya boleh dipegang oleh petugas AVSEC (Aviation Security ) bukan petugas keamanan lain seperti satpam mall, security , hansip, dan lain – lain, karena kecakapan mereka sangat berbeda.  
Pembaca, dalam hal pengamanan penerbangan ada  sebuah organisasi yang berhubungan dengan peraturan penerbangan. Organisasi tersebut dinamakan ICAO. Apa itu ICAO ? ICAO merupakan singkatan dari International Civil Aviation Organitation yang merupakan sebuah organisasi penerbangan sipil internasional dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa. ICAO tersebut memiliki aturan-aturan penerbangan yang disebut Annex. Mengenai tata aturan Keamanan Penerbangan yang menjadi pedoman petugas AVSEC (Aviation Security) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya terdapat di Annex 17 Security – Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference. Sehingga semua negara yang merupakan anggota dari ICAO wajib mematuhi segala peraturan yang dibuat oleh ICAO tersebut.
Sahabat pembaca , peralatan kerja yang digunakan oleh petugas pengamanan penerbangan (AVSEC) juga sangat banyak dan terhitung canggih seperti yang telah admin singgung di paragraf kedua artikel Tugas dan Fungsi Petugas AVSEC (Aviation Security) di Bandara ini. Peralatan tersebut diantaranya adalah :
1.       Alat yang dapat mendeteksi bahan peledak;
2.       Alat yang dapat mendeteksi bahan organik dan non-organik;
3.      Alat yang dapat mendeteksi metal;
4.      Alat yang dapat mendeteksi bahan nuklir, biologi, kimia, dan radioaktif;
5.      Alat yang dapat memantau lalu lintas orang, kargo, pos, kendaraan, dan pesawat udara di bandara;
6.      Alat sebagai pusat penanggulangan keadaan darurat (emergency operation centre);
7.      Kendaraan patroli keamanan penerbangan;
8.      Alat  pengendalian jalan masuk (acces control);
9.      Alat yang dapat mendeteksi penyusup pagar perimeter (perimeter instruction detection system);
10.   Alat komunikasi personel keamanan.


Peralatan tersebut adalah peralatan yang akan membantu petugas AVSEC dalam menjaga keamanan penerbangan. Namun , kelengkapan peralatan tersebut tidak semua bandara punya semua alat itu ya..  Ketersediaan alat tersebut di bandara dari jumlah dan kelengkapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing – masing bandara. Namun dalam setiap bandara sudah pasti terdapat Mesin X-Ray , Gawang Detector (Walk Through Metal Detector) ,dan Hand Held Metal Detector dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bandar udara.
Sudah jelas ya Pembaca bahwa Tugas dan Fungsi Petugas AVSEC (Aviation Security) di Bandara tak seperti petugas keamanan lainnya. Serta untuk melaksanakan Tugas dan Fungsi Petugas AVSEC (Aviation Security) di Bandara seseorang harus mengikuti Diklat ( Pendidikan Pelatihan ) AVSEC (Aviation Security) dahulu agar menadapatkan lisensi atau STKP. 
Ikuti pendidikan dan pelatihan SINGKAT AVSEC (Aviation Security ) selama 6 bulan di PSPP Penerbangan . Informasi pendaftaran selengkapnya dapat Anda peroleh dengan menghubungi 0822-2500-7272 / BBM 26D5777F. Semoga bermanfaat J

Tidak ada komentar